Skip to main content

Posts

Artikel Terbaru

Menengok Kondisi Arya Permana Setelah Berhasil Turunkan Berat Badan

Setelah sekian lama hanya bisa berbaring, Arya Permana kini sudah mampu aktivitas seperti renang hingga main bola. Fokus selanjutnya adalah operasi menghilangkan gelambir.
Oleh Folly Akbar, Karawang

SAAT Jawa Pos tiba di rumahnya di Kampung Pasir, Desa Cipurwasari, Kecamatan Tegalwaru, Karawang, Jawa Barat, Senin (1/7), Arya Permana sedang tidak ada di rumah. "Arya lagi renang di Green Canyon," kata Ade Somantri, ayah Arya.
Lokasinya, sekitar 2 kilometer dari rumah. Untuk tiba ke sana, kata Ade, Arya menggunakan sepeda motor. Aktivitas itu, lanjut dia, dilakukan Arya hampir setiap hari. Khususnya dalam beberapa bulan terakhir.
Selain berenang dan motor-motoran, Arya juga kerap mengisi hari-harinya sepulang sekolah dengan bermain Sepakbola. Juga permainan anak-anak lain seusianya. ABG atau Remaja 13 tahun.
Ya, Arya yang dulu mengalami obesitas ekstrim, kini sudah berhasil menanggulanginya. Saat ini, berat badannya sudah turun secara drastis, setelah menjalani operasi Bariatric ata…
Recent posts

Mengenal Suku Dayak Bumi Segandu Indramayu yang Memuliakan Perempuan

Setia, bertanggung jawab, dan tidak menyakiti perasaan istri jadi bagian penting nilai yang dijunjung para anggota suku Dayak Bumi Segandu. Mereka mengaji rasa ke alam agar bisa ”mengayak” mana yang benar dan salah.
FOLLY AKBAR, Indramayu --- NUR Baiti tertawa begitu mendengar obrolan Jawa Pos itu. ”Malah enak, kalau nyuci tidak berat,” selorohnya.
Bersama istri seorang anggota Suku Dayak Bumi Segandu Indramayu itu, Jawa Pos tengah berbincang tentang berbagai laku tradisi dan hidup komunitas di mana dia berada. Di antaranya tentang cara berpakaian para lelaki setempat yang selalu bertelanjang dada.
”Saya bersyukur punya suami yang bertanggung jawab dan menyayangi anak-anak,” kata ibu dua anak dari pernikahannya dengan Kasan tersebut. Suku Dayak Bumi Segandu Indramayu yang anggotanya semua laki-laki itu dikenal sebagai komunitas yang sangat memuliakan perempuan dan anak-anak.
Bagi mereka, perempuan merupakan sumber kehidupan. ”Kami juga meyakini, anak merupakan pemberian dan titipan dari alam…

Ragam Upaya Laura Lesmana Wijaya Perjuangkan Kesetaraan Kalangan Tuli

Bersama sejumlah kawan sesama tuli, Laura Lesmana Wijaya telah melatih setidaknya 1.500 juru bahasa isyarat. Semua dilakukan demi menghapus stigma ”orang tuli biar di rumah saja”
FOLLY AKBAR, Jakarta --- BUAH kerja keras selama empat tahun itu mulai dipetik R.N. Jasmina. Dia kini bisa berinteraksi langsung dengan kawan, saudara, atau kenalan yang tuli.
”Senang sekali. Karena kebetulan saya ini suka kepo, hehehe,” kata mahasiswi Sastra Jawa Universitas Indonesia itu.
Penguasaan bahasa isyarat tersebut dipelajari Mine –sapaan akrab R.N. Jasmina– di Pusat Bahasa Isyarat Indonesia (Pusbisindo). Di matanya, iklim belajar di sana yang mengharuskan siswa terjun ke lapangan sangat membantu.
”Jadi berasa kurangnya apa, harus diperbaiki apanya, tahu juga situasi yang dihadapi,” imbuhnya.
Laura Lesmana Wijaya berada di balik penciptaan iklim tersebut. Perempuan 28 tahun itulah yang selama beberapa tahun terakhir menakhodai Pusbisindo.
Laura pula yang dalam tiga tahun terakhir bersama sejumlah kerabat ses…

Laura Lazarus, Mantan Pramugari Lion Air yang Bangkit setelah Selamat dari Dua Kecelakaan

Dua kali kecelakaan pesawat, dengan luka parah dan nyaris meninggal menjadi pengalaman buruk Laura Lazarus sebagai Pramugari Lion Air. Kini, dia sukses sebagai penulis dan motivator.
Folly Akbar, Jakarta
JIKA tidak ada dua kruk di kedua sisi tubuhnya, siapapun akan melihat Laura Lazarus sebagai sosok biasa. Kulitnya putih dan bersih. Rambutnya yang lurus menambah rona ayu di wajahnya. Saat berdiri, dia terlihat sempurna. Sosok yang pas untuk ukuran pramugari pesawat.
Namun, itu sebetulnya adalah tampilan terkini. Empat belas tahun setelah dia berhasil melewati peristiwa paling mengerikan di sepanjang hidupnya. Peristiwa yang menguras air mata, emosi dan materi yang besar.
Ya, perempuan kelahiran Jakarta, 25 Maret 1985 itu merupakan salah seorang korban yang selamat dari dua kecelakaan pesawat Lion Air. Masing-masing di kawasan Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II pada Juli 2004, dan kawasan Bandara Adi Soemarno, Solo, empat bulan kemudian. Di situ, dia tengah bertugas sebagai salah seorang…

Inspirasi dari Edy Suryanto, Atlet Peraih Bonus Terbesar di Asian Para Games 2018

Keberhasilan Edy Suryanto jadi penerima bonus terbanyak merupakan buah kemauan keras berlatih catur sejak usia belasan tahun. Termasuk melawan mereka yang berpenglihatan normal.
FOLLY AKBAR, Bogor --- KEEMPAT medali kebanggaan itu dikalungkan di leher Edy Suryanto. Itu membuat keberadaannya cukup mencolok jika dibandingkan dengan para atlet lain yang kemarin diterima Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan Bogor.
”Saya sebetulnya target empat emas. Tapi, satu luntur jadi perunggu,” ujarnya, lantas terbahak.
Kalau seharian kemarin Edy terlihat sangat gembira, itu wajar. Sebab, bersama dengan para duta olahraga Indonesia lain yang tampil di Asian Para Games (APG) 2018, dia mendapat ganjaran bonus.
Juga, Edy yang berkantong paling tebal. Itu tak lepas dari raihan pecatur tunanetra tersebut di APG 2018: tiga emas dan satu perunggu.
Tiga medali emas diraih dari kelas catur cepat perorangan VI-B1, kelas catur klasik beregu VI-B1, dan kelas catur cepat beregu VI-B1. Atas prestasi itu, dia digan…

Mengunjungi Lorong Buangkok, Kampung Terakhir di Singapura

Kontras dengan Singapura yang gemerlap, di Lorong Buangkok, jalanan masih berupa tanah, ayam berkeliaran, dan pepohonan khas kampung di pekarangan. Seorang warga keturunan Bawean jadi sosok yang dituakan.
FOLLY AKBAR, Singapura ---
MAK Cik Ayu, demikian dia dipanggil, tengah mengaduk-aduk bubur lambuk saat Jawa Pos singgah di kediamannya pada Selasa siang lalu itu. Membuat bubur yang memiliki warna kekuningan dan bercampur potongan sayuran kecil-kecil Itulah tradisi warga muslim Melayu di Lorong Buangkok, Singapura, setiap Ramadan. ”Bubur ini hanya dibuat di bulan puasa. Saya buat banyak untuk bagi-bagi ke warga,” ujarnya.
Di Lorong Buangkok, lanjut dia, berbagi masakan atau apa pun yang dimiliki kepada tetangga merupakan hal biasa. Layaknya tradisi yang banyak ditemui di daerah bangsa Melayu seperti Indonesia. Sebuah tradisi, yang kata dia, hampir tidak ada lagi di Singapura.
Kampung Lorong Buangkok memang satu-satunya kampung atau desa dengan akar budaya Melayu asli yang masih tersisa di…