Skip to main content

Posts

Showing posts from September, 2012

Mengenal lebih dekat IT, ICT dan ICCT

Information
Information atau dalam bahasa indonesia di kenal dengan kata informasi bisa diartikan sebagai kabar atau pesan yang di berikan oleh pemberi informasi yang bertujuan untuk berbagi data yang telah di proses sebelumnya. Sementara itu salah satu ilmuwan barat yakni GORDON B. DAVIS mendefinisikan infomasi sebagai data yang telah di proses ayau di olah ke dalam bentuk yang sangat berarti untuk penerimanya dan merupakan nilai yang sesungguhnya, atau di pahami dalam tindakan atau keputusan yang sekarang atau nantinya. Dalam era globalisasi dan kapitalisasi ini, informasi memiliki peran yang vital bagi masyarakat. Tertinggal informasi berarti tertinggal segala-galanya. Dengan dukunga alat komunikasi yang semakin canggih, kini kecepatan penyebaran informasi bisa tergapai dalam hitungan detik saja.

·Communication Communication atau dalam bahasa indonesia di kenal dengan istilah komunikasi diartikan sebagai sebuah proses penyampain pesan yang di lakukan komunikator(pembawa pesan) terhadap…

Nilai Itu di Hati

Adanya kebijakan pemerintah yang membuka kran besar pendaftaran Perguruan Tinggi Negeri(PTN) melalui jalur undangan menyisakan pro kontra di kalangan civitas akademisi. Dengan kebijakan ini, maka nilai raport dan ujian nasonal(UN) memiliki peran penting dalam upaya siswa menembus PTN. Tentu yang menjadi kekhawatiran kita kelak adalah maraknya manipulasi nilai raport secara jor-joran, hingga kecurangan dalam UN yang semakin parah. Dan yang menjadi pertanyaan adalah apakah “pemaksaan sistem” dalam kasus UN belum cukup untuk membebani sekolah? Dalam salah satu adegan pada film Laskar Pelangi, ada satu perkataan kepala sekolah SD Muhammadiyah Belitong yang perlu kita renungkan bersama yakni ”nilai itu di hati, bukan di angka”. Jika dipahami secara luas, perkataan itu mengingatkan kita jika kemampuan siswa tidak bisa di lihat dari segi angka belaka. Apalagi tidak adanya standar penilaian yang jelas dalam pendidikan kita, yang tampak dalam deretan angka di raport hanyalah intervensi dan subj…

Kebijakan yang Keliru

Turunya Surat Edaran Nomor 645/57/SE/2012yang dikeluarkan Walikota Jogja mengenai ditiadakanya hari Car Free Day merupakan sebuah kemunduran bagi Kota Jogja. Diantara lima poin tersebut, yang paling disesalkan adalah adanya poin pertama yang menyebutkan bahwa sego segawe pada hari jumat ditiadakan. Selain sebagai alat transportasi pengurai kemacetan dan non-polusi, sepeda merupakan salah satu icon dari Kota Jogja. Jadi, jika program sego segawe ditiadakan, maka itu adalah bentuk kebijakan yang membunuh nilai budaya. Mimpi kita untuk melihat jalanan kota jogja yang nyaman, bersih dan penuh dengan kearifan lokal, tampaknya akan menjadi khayalan yang tidak pernah menjadi nyata.

Mengukur Kelayakan Timnas

Pegelaran pesta sepak bola Se-Asia Tenggara yang di kenal dengan sebutan piala AFF tinggal menghitung minggu. Turnamen yang akan berlangsung di Malaysia-Thailand pada akhir November 2012 tersebut menempatkan 8 timnas terbaik dari berbagai negara di kawasan ASEAN. Disaat negara tetangga terfokuskan untuk mempersiapkan kekuatan terbaik mereka, hal yang berbeda terjadi di tanah air. Konsentrasi pembentukan timnas harus berbagi dengan konsentrasi penyelesaian konflik PSSI. Sebagian kekuatan bangsa habis hanya untuk menyaksikan kisruh dualisme yang belum juga menemukan titik temu. Penandatangan MOU perdamaian yang dilakukan beberapa waktu lalu bagaikan minuman yang melepaskan dahaga sesaat, sebelum kembali meracuni seluruh tubuh kita.

Mendorong Dialog Papua dengan Pena

Judul Buku: Angkat Pena Demi Dialog Papua Penulis: Neles Kebadabi Tebay Penerbit : Institut DIAN/Infidei Yogyakarta Tebal : xlix + 273 Halaman Cetakan: Pertama, 2012 Harga: Rp. 65. 000
Ketika Indonesia merdeka pada tahun 1945, Papua atau dulu dikenal dengan sebutan Irian Jaya belum tercatat sebagai wilayah kekuasaan Negara Kesatuan Republik Indonesia(NKRI). Berdasarkan catatan sejarah, detik-detik masuknya Papua ke NKRI di mulai pada 1 oktober 1962. Ketika itu pemerintah Belanda di Irian Barat menyerahkan wilayah ini kepada Perserikatan bangsa-bangsa(PBB) melalui United Nations Temporary Executive Authority(UNTEA) hingga 1 mei 1963 bendera Belanda pun diganti bendera merah putih dan bendera PBB. Selajutnya, PBB merancang kesepakatan yang dikenal dengan”New York Agreement” untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat Irian Barat melakukan jejak pendapat melalui pepera pada 1969 yang diwakili 175 orang utusan dari delapan kabupaten saat itu. Hasil pepera menunjukan rakyat Irian Barat setuju b…