Skip to main content

Penyebab dan Solusi Atas Perilaku vandaliesme


Maraknya perilaku vandalisme yang merusak pemandangan Kota Jogja merupakan fakta yang tidak selaras dengan icon Kota Jogja sebagai kota pelajar dan kota yang kaya akan seni. Secara singkat vandalisme diartikan sebagai tindakan “merusak” fasilitas umum, sebuah perilaku yang tidak seharusnya dimiliki siapapun yang berlabel pelajar atau seniman, tak terkecuali Kota Jogja. Jika aksi vandalisme tidak segera ditinjaklanjuti secara serius, hal tersebut akan mencederai citra Kota Jogja dimata masyarakat Indonesia. Selain itu, perilaku vandalisme juga bisa menguras anggaran Pemkot Jogja secara sia-sia.
Menjamurnya perilaku vandalisme di Indonesia sendiri merupakan dampak dari tidak adanya aturan atau hukum yang jelas dalam menindak para pelaku. Logikanya, ada aturan saja banyak pelanggaran apalagi tidak ada aturan?. Ditengah tingkat kesadaran masyarakat yang rendah, hukum merupakan pilar utama yang bisa mengendalikan perilaku negatif masyarakat. Mungkin ada baiknya jika pemerintah(baca:DPR) membuat UU vandalisme, dari pada sibuk “mempreteli” UU KPK.

Selama ini, aksi vandalisme dilakukan atas dasar kebebasan berekspresi dalam menuangkan “ide-ide seni” para oknum-oknum tersebut. Meskipun ada juga sebagian kelompok yang melakukanya untuk mendeskriditkan atau mengejek kelompok lain. Dan tempat-tempat umum sengaja dijadikan sasaran objek agar eksistensi mereka bisa di ketahui publik. Dalam hal ini segenap stekholder pendidikan perlu turut bertanggung jawab dalam memberantas budaya vandalisme. Karena jika kita teliti lebih jauh, mayoritas pelaku vandalisme merupakan anak-anak remaja seusia SMA yang berada dalam fase pencarian jati diri, fase dimana mereka ingin di akui eksistensinya.
Pada prinsipnya yang perlu dilakukan pemerintah dan sekolah hanyalah mengarahkan para siswa untuk berbuat santun dalam menuangkan ide atau kegelisahan mereka. Dimana dalam pelaksanaanya pemerintah perlu menyediakan media legal yang bisa dimanfaatkan siswa secara maksimal, misalkan mendirikan ekstrakulikuler melukis atau menulis di seluruh sekolah. Itu jauh lebih terhormat dibanding mencoret-coret fasilitas umum yang justru mengganggu pengguna lain.
Diluar itu semua, diperlukan juga peran aktif dari masyarakat untuk turut mengawasi dan memberantas setiap tindakan vandalisme yang terjadi di lingkunganya. Kita tidak bisa untuk terus berharap kepada Satpol-PP, mengingat keterbatasan jumlah dan waktu yang mereka miliki. Mari bersama-sama mewujudkan Kota Jogja yang indah dan nyaman.

Comments

Popular posts from this blog

Hadits-hadits Dakwah

  Kewajiban Dakwah
1)مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرٍ فَاعِلِهِ (رواه مسلم)
“Barang siapa yang menunjukkan kepada suatu kebaikan, maka baginya pahala seperti orang yang melaksanakannya”
2)مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ وَذَلِكَ أَضْعَفُ الْإِيمَانِ.( وراه صحيح مسلم) Rasulullah pernah bersabda: “Barangsiapa yang melihat kemungkaran, maka cegahlah dengan tanganmu, apabila belum bisa, maka cegahlah dengan mulutmu, apabila belum bisa, cegahlah dengan hatimu, dan mencegah kemungkaran dengan hati adalah pertanda selemah-lemah iman

HUKUM BERDAKWAH

1)اَنْفِذْ عَلَى رَسُلِكَ حَتَّى تَنْزِلَ بِسَاحَتِهِمْ ثُمَّ اُدْعُهُمْ إِلَى الإِسْلاَمِ وَأَخْبِرْهُمْ بـِمَا يَجِبُ عَلَيْهِمْ مِنْ حَقِّ اللهِ فِيْهِ فَوَاللهِ لِأَنْ يَهْدِيَ اللهُ بِكَ رَجُلاً وَاحِداً خَيْرٌ لَكَ مِنْ أَنْ يَكُوْنَ لَكَ حُمْرُ النَّعَمِ ) (رواه البخارى)
“Ajaklah mereka memeluk Islam dan beritahu mereka apa-apa yang diwaji…

Ayat dan Hadits Tentang Komunikasi Efektif

Bab I Pendahuluan
Dalam perspektif Islam, komunikasi merupakan bagian yang tak terpisahkan dalam kehidupan manusia karena segala gerak langkah kita selalu disertai dengan komunikasi. Komunikasi yang dimaksud adalah komunikasi yang islami, yaitu komunikasi berakhlak al-karimah atau beretika. Komunikasi yang berakhlak al-karimah berarti komunikasi yang bersumber kepada Al-Quran dan hadis (sunah Nabi). 
Dalam Al Qur’an dengan sangat mudah kita menemukan contoh kongkrit bagaimana Allah selalu berkomunikasi dengan hambaNya melalui wahyu. Untuk menghindari kesalahan dalam menerima pesan melalui ayat-ayat tersebut, Allah juga memberikan kebebasan kepada Rasulullah untuk meredaksi wahyu-Nya melalui matan hadits. Baik hadits itu bersifat Qouliyah (perkataan), Fi’iliyah (perbuatan), Taqrir (persetujuan) Rasul, kemudian ditambah lagi dengan lahirnya para ahli tafsir sehingga melalui tangan mereka terkumpul sekian banyak buku-buku tafsir.

Dai, Mad'u dan Pesan Dakwah

A.LATAR BELAKANG Agama merupakan sebuah sistem kepercayaan yang pada dasarnya adalah menentukan pijakan hidup seorang manusia pada sebuah keyakinan akan kebutuhan fitrawi manusia itu sendiri atas kepercayaan yang dianutnya. Unsur ajaran dan tata nilai menjadi sebuah bangunan kokoh yang tertanam dalam esensi ajaran dari sebuah agama. Ajaran dan tata nilai tersebut menciptakan sebuah bangunan tradisi yang menjadikan aktifitas kehidupan memiliki aturan dalam proses interaksi sosial-keagamaan. Dari sini bisa kita asumsikan bahwa manusia pada dasarnya memerlukan kepercayaan dan sebuah pedoman untuk hidup. Pemberian kepercayaan dan sebuah pedoman manusia tidak dapat secara langsung diberikan, melainkan dengan sebuah perantara yaitu dakwah. Secara terminology dakwah telah banyak didefinisikan oleh para ahli. Sayyid Qutb memberi batasan dengan ‘mengajak’ atau ‘menyeru’ kepada orang lain masuk kedalam sabil Allah Swt. Bukan untuk mengikuti dai atau sekelompok orang. Dakwah sendiri dapat didefin…