Skip to main content

Posts

Showing posts from November, 2012

HAKI dan Cyberlaw di Indonesia

Era teknologi dan komunikasi kini sudah sedemikian pesat perkembanganya. Sehingga mempengaruhi segala aspek kehidupan manusia. Selain itu menyebabkan dunia tanpa batas. Tanpa disadari pada sisi lainya telah menimbulkan masalah yang memerlukan penanganan serius yakni munculnya berbagai kejahatan baru yakni yang dikenal dengan istilah cybercreish. Juga pengaruhnya terhadap eksistensi hak kekayaan intelektual seperti transaksi bisnis, dapat dikatakan bagai pedang bermata dua. Selain memberikan kontribusi bagi peningkatan kesejahteraan, juga menjadi perbuatan melawan hukum. Upaya melalui regulasi pun tidak cukup, peningkatan sarana dan prasarana bagi penegak hukum pun perlu dilakukan. Dan yang terpenting adalah membangun prilaku dan aktivitas bagi masyarakat di dunia maya.

Ayat dan Hadits Tentang Komunikasi Efektif

Bab I Pendahuluan
Dalam perspektif Islam, komunikasi merupakan bagian yang tak terpisahkan dalam kehidupan manusia karena segala gerak langkah kita selalu disertai dengan komunikasi. Komunikasi yang dimaksud adalah komunikasi yang islami, yaitu komunikasi berakhlak al-karimah atau beretika. Komunikasi yang berakhlak al-karimah berarti komunikasi yang bersumber kepada Al-Quran dan hadis (sunah Nabi). 
Dalam Al Qur’an dengan sangat mudah kita menemukan contoh kongkrit bagaimana Allah selalu berkomunikasi dengan hambaNya melalui wahyu. Untuk menghindari kesalahan dalam menerima pesan melalui ayat-ayat tersebut, Allah juga memberikan kebebasan kepada Rasulullah untuk meredaksi wahyu-Nya melalui matan hadits. Baik hadits itu bersifat Qouliyah (perkataan), Fi’iliyah (perbuatan), Taqrir (persetujuan) Rasul, kemudian ditambah lagi dengan lahirnya para ahli tafsir sehingga melalui tangan mereka terkumpul sekian banyak buku-buku tafsir.

Komunikator Islami

Proses penyampaian pesan atau lebih dikenal dengan istilah komunikasi merupakan kegiatan, bahkan kebutuhan yang tidak bisa ditinggalkan manusia. Dengan komunikasi itulah dialektika atau interaksi manusia sebagai wujud makhluk sosial bisa berjalan dengan semestinya. Dalam praktiknya, keefektifan sebuah proses komunikasi sangat bergantung dari sejauh mana upaya yang dilakukan komunikator, selain dari kondisi kumunikan dan situasi yang ada disekitarnya. Secara umum, indikasi komunikator yang baik adalah apabila pesan yang disampaikanya mampu diterima secara sempurna komunikan. Dan harapan dari tersampainya pesan adalah adanya feedback atau pengaruh bagi komunikan, baik diranah kognitif, afektif maupun konatif. Di dalam ajaran islam, kesempurnaan seorang komunikator tidak sebatas pada sukses atau tidaknya pesan tersebut disampaikan, tapi menyangkut juga perihal isi pesan tersebut. Jika sesuatu yang buruk sukses disampaikan seorang komunikator kepada komunikan, maka itu tidak bisa dikatakan …

Dai, Mad'u dan Pesan Dakwah

A.LATAR BELAKANG Agama merupakan sebuah sistem kepercayaan yang pada dasarnya adalah menentukan pijakan hidup seorang manusia pada sebuah keyakinan akan kebutuhan fitrawi manusia itu sendiri atas kepercayaan yang dianutnya. Unsur ajaran dan tata nilai menjadi sebuah bangunan kokoh yang tertanam dalam esensi ajaran dari sebuah agama. Ajaran dan tata nilai tersebut menciptakan sebuah bangunan tradisi yang menjadikan aktifitas kehidupan memiliki aturan dalam proses interaksi sosial-keagamaan. Dari sini bisa kita asumsikan bahwa manusia pada dasarnya memerlukan kepercayaan dan sebuah pedoman untuk hidup. Pemberian kepercayaan dan sebuah pedoman manusia tidak dapat secara langsung diberikan, melainkan dengan sebuah perantara yaitu dakwah. Secara terminology dakwah telah banyak didefinisikan oleh para ahli. Sayyid Qutb memberi batasan dengan ‘mengajak’ atau ‘menyeru’ kepada orang lain masuk kedalam sabil Allah Swt. Bukan untuk mengikuti dai atau sekelompok orang. Dakwah sendiri dapat didefin…

Ketika Laos Tak lagi Dikalahkan

Saya baru menyadari betapa terbatasnya kosa kata dalam Bahasa Indonesia ketika saya menulis artikel ini. Sebuah artikel yang saya tulis sesaat setelah melihat partai perdana timnas Indonesia di ajang Piala AFF tahun ini. Saya tertegun dan berfikir, tampaknya tidak ada kata atau kalimat yang bisa mewakili perasaan saya melihat hasil dari pertandingan tersebut. Sedih, kecewa, marah, semua bercampur menjadi satu tanpa bisa dituangkan dalam kalimat, entah perasaan apa yang menggandrungi batin saya tersebut. Masih teringat betul dalam benak saya ketika dua tahun lalu gol dari M. Ridwan, Irfan Bachdim ,Arif Suyono, Okto Maniani ditambah dua gol Firman Utina menghujam gawang Laos secara bergantian. Seolah menjelaskan kita betapa mudahnya melewati sebuah pertandingan melawan tim sekelas Laos. Dan hasilnya Indonesia menjungkalkan Laos enam gol tanpa balas di Jakarta, sekaligus memastikan langkah garuda ke semifinal setelah sebelumnya menghajar Malaysia 5-1.

AFF, Belajarlah dari Denmark dan Irak

Perhelatan Piala AFF yang akan berlangsung pada 24 November 2012 mendatang tinggal menghitung hari. Mustahil rasanya jika kita berharap Timnas Indonesia bisa menurunkan komposisi pemain terbaiknya melihat perkembangan yang ada hingga kini. Tampaknya sudah tidak ada lagi kalimat yang bisa menggambarkan rasa letih kita melihat panggung perseteruan para pemangku kebijakan persepakbolaan Indonesia. Perlu rasanya kita melupakan sejenak konflik PSSI untuk hal yag lebih penting, yakni mendukung sepenuh hati para pemain Indonesia yang berjuang di hajatan terbesar sepak bola Asia Tenggara tersebut.             Siapapun kita dan dimanapun kita memihak(KPSI atau PSSI), hati kecil kita sebagai rakyat Indonesia tentu berharap keikutsertaan Indonesia kali ini akan berbuah manis. Semoga penantian panjang kita selama belasan tahun akan terwujud pada piala AFF tahun ini. Sehingga bangsa ini bisa mensejajar diri dengan Thailand, Singapura, Vietnam Dan Malaysia yang telah merasakan manisnya juara. Pencap…

Selamat Datang Era Cybermedia: Sebuah Peradaban Baru

Peradaban manusia selalu bergerak menuju sesuatu yang baru. Meminjam pemikiran Karl Marx dalam Materealisme Dialektika Historis, peradaban manusia diawali dari era primitif, perbudakan, feodalisme, kapitalisme(modern) dan sosialisme. Dan massa kita hidup saat ini berada dalam fase kapitalisme yang ditandai dengan dunia modern. Dalam setiap masanya, manusia memiliki peralatan(alat produksi) tersendiri sebagai tolak ukur tingkat kemajuan zaman. Jika di era primitif manusia menggunakan batu, lalu di era perbudakan dan feodalisme sudah ada logam, di era modern ini manusia sudah menggunakan teknologi. Pemaparan diatas hanyalah sebuah analogi untuk memudahkan pemahaman kita dalam menggambarkan betapa dinamisnya peradaban manusia. Tapi yang akan menjadi pembahasan kita pada kesempatan kali ini adalah lahirnya era cyber yang kini telah merasuki seluruh penjuru dunia.

Contoh Transkrip Siaran Radio

No Petugas Materi Durasi 1 Operator Sisipan 1: memutar lagu iwan fals berjudul tanam, siram, tanam 300 detik 2 Narator Narasi “radio teman petani 100,1 AM. Soundtreck of your passion: menanam untuk indonesia. 7 detik 3 Penyiar 1 Opening” selamat siang pendengar radio teman petani// bertemu kembali dengan kami hartato ardi saputra. 8 detik 4 Penyiar 2 Dan saya Folly Akbar

Apa dan Bagaimana Film Dakwah

PENGANTAR             Islam terlahir sebagai agama samawi(langit) yang bercorak missionaris. Sebuah agama yang hadir untuk semua golongan, bukan sekedar untuk kelompok tertentu layaknya Yahudi bagi keturunan Bani Israel. Sebagai konsekuensinya, islam memperintahkan pengikutnya untuk melakukan sebuah proses penyebaran ajaran yang kita kenal dengan istilah Dakwah Islamiyah.             Secara terminologi dakwah islam telah banyak didefinisikan oleh para ahli. Pada intinya, pemahaman lebih luas dari pengertian dakwah yang telah didefinisikan oleh para ahli adalah: pertama, ajakan ke jalan Allah SWT. Kedua, dilaksanakan secara berorganisasi. Ketiga, kegiatan untuk mempengaruhi manusia agar masuk ke jalan Allah Swt. Keempat, sasaran bisa secara fadhiyah atau jama’ah. Dalam prakteknya, dakwah islam bisa dilakukan dengan berbagai cara dan tidak terpaku pada satu hal. Kita tidak selalu harus mencontoh dakwah yang pernah dilakukan Rasulullah. Hal ini didasarkan pada salah satu karakteristik ajara…