Skip to main content

Posts

Showing posts from March, 2013

Sekilas Tentang Shopping Center

1.Gambaran Umum Yogyakarta merupakan kota pendidikan, begitu orang menyebut. Tak heran, jika di Yogyakarta banyak bertebaran para pedagang buku. Pendidikan dan buku bagaikan dua sisi mata uang yang mustahil untuk dipisahkan. Pendidikan tanpa buku hanyalah bualan belaka, sedangkan buku tanpa unsur pendidikan hanya akan menjadi tumpukan kertas, layaknya pembungkus kacang. Diantara sekian banyak toko buku, Shopping center adalah bintangnya. Siapa sih yang tak kenal Toko buku yang terletak disamping taman pintar tersebut? Tak hanya masyarakat jogja, pengunjung Shopping Center juga berasal luar kota. Harganya yang miring hingga 30%, memberikan daya tarik tersendiri bagi para penikmat buku.

Analisis Headline KOMPAS Edisi Jumat, 22 Maret 2013 Dengan Teori Van Leeuwen

Berita ini berisi tentang peristiwa kebakaran yang terjadi di Gedung Utama Sekretariat Negara pada kamis(21/3) lalu. Judul yang diberikan kompas pada berita ini “Sirine Alarm Tak Berbunyi”. Dari judul tersebut, sangat jelas jika KOMPAS berusaha menggulirkan wacana yang berbau kecurigaan. Karena secara kaidah jurnalistik, judul tersebut tidak merepresentasikan peristiwa secara general, tapi seolah ingin menonjolkan satu sisi dari peristiwa tersebut. Ini yang dikatakan Fowler tentang kosa kata sebagai pertarungan wacana. Dalam paragraf ke enam, kalimat terakhir dikatakan demikian “Kepala Polda Metro Jaya Inspektur Jendral Putut Eko Bayu Seno di lokasi menyatakan, 30 polisi diperbantukan”. Kata “diperbantukan” sebagai bentuk klasifikasi kosakata sebagaimana yang dikatakan Fowler. Kapolda menggunakan diksi tersebut guna menaikan citra polisi. Mungkin akan berbeda makna jika kata yang digunakan adalah “menjalankan tugas untuk mengamakan peristiwa”

Sedikit Berbagi Tentang Pasar Stan, Maguwo, Sleman

Pasar Stan atau kerap diplesetkan orang menjadi “Pasar Setan” merupakan satu dari puluhan pasar tradisional yang ada di wilayah Kabupaten Sleman Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Pasar yang terletak di Jalan Sajem Maguwoharjo tersebut memainkan peran besar dalam upaya menghidupkan perekonomian bagi penduduk sekitarnya. Untuk lebih jelasnya, akan kami paparkan secara lebih terperinci segala sesuatu yang berhubungan dengan Pasar Stan. Segala informasi yang kami sampaikan, sepenuhnya hasil wawancara kami bersama Bapak Iskak Rohmadi, pria yang sejak tahun 1996 dipercaya menjadi Kepala Pengelola Pasar. Berikut laporanya:

Rakyat Sadis, pemerintah Apatis

Selain kisruh PSSI dan kasus korupsi yang menyeret Anas Urbaningrum dan Djoko Susilo, fenomena Sadisme menjadi isu hangat yang banyak dikupas media dalam beberapa hari terakhir. Hal ini tidak lepas dari kasus Benget Situmorang dan selingkuhannya, Tini, yang tega memutilasi dan membuang potongan tubuh istri, Darna Sri Astuti di jalan tol Jakarta. Perilaku yang seyogyanya tidak pantas dilakukan manusia sebagai makhluk yang dianugerahi akal dan hati oleh Tuhan. Jika harimau membunuh karena kebutuhan fundamental yang menyangkut eksistensi hidup mereka(makan), manusia membunuh karena nafsu. Perilaku primitif yang terkadang muncul karena hal-hal sepele semisal iri atau tersinggung. Lalu, apakah manusia sudah lebih rendah dari binatang?

PSSI Butuh dikelola dengan Hati

Perseteruan yang terjadi dalam tubuh sepak bola Indonesia dua tahun belakangan, akhirnya menemui titik terang dengan terselenggaranya KLB PSSI pada 17 Maret lalu. Meskipun demikian, sebagian banyak orang berpendapat bahwa itu bukanlah akhir, bahkan itu adalah babak baru konflik PSSI. Hal ini tidak lepas dari munculnya letupan-letupan yang terjadi di tubuh pengelola Timnas, serta aksi Walkout yang dilakukan enam anggota Komite Executive(Komex). Tapi di luar itu semua, setidaknya untuk saat ini Indonesia telah terbebas dari sanksi FIFA yang sempat berada di ujung tanduk. Lolosnya Indonesia dari sanksi FIFA merupakan anugerah yang mesti kita syukuri. Dan bentuk rasa syukur tersebut bisa kita implementasikan dengan memanfaatkan kemurahan hati FIFA, untuk sama-sama berkomitmen memajukan sepak bola Indonesia. Sulit rasanya untuk membayangkan kondisi sepak bola Indonesia yang semakin menunjukan potensi ini, jika harus dibekukan FIFA.