Skip to main content

Posts

Showing posts from 2019

Menengok Kondisi Arya Permana Setelah Berhasil Turunkan Berat Badan

Setelah sekian lama hanya bisa berbaring, Arya Permana kini sudah mampu aktivitas seperti renang hingga main bola. Fokus selanjutnya adalah operasi menghilangkan gelambir.
Oleh Folly Akbar, Karawang

SAAT Jawa Pos tiba di rumahnya di Kampung Pasir, Desa Cipurwasari, Kecamatan Tegalwaru, Karawang, Jawa Barat, Senin (1/7), Arya Permana sedang tidak ada di rumah. "Arya lagi renang di Green Canyon," kata Ade Somantri, ayah Arya.
Lokasinya, sekitar 2 kilometer dari rumah. Untuk tiba ke sana, kata Ade, Arya menggunakan sepeda motor. Aktivitas itu, lanjut dia, dilakukan Arya hampir setiap hari. Khususnya dalam beberapa bulan terakhir.
Selain berenang dan motor-motoran, Arya juga kerap mengisi hari-harinya sepulang sekolah dengan bermain Sepakbola. Juga permainan anak-anak lain seusianya. ABG atau Remaja 13 tahun.
Ya, Arya yang dulu mengalami obesitas ekstrim, kini sudah berhasil menanggulanginya. Saat ini, berat badannya sudah turun secara drastis, setelah menjalani operasi Bariatric ata…

Mengenal Suku Dayak Bumi Segandu Indramayu yang Memuliakan Perempuan

Setia, bertanggung jawab, dan tidak menyakiti perasaan istri jadi bagian penting nilai yang dijunjung para anggota suku Dayak Bumi Segandu. Mereka mengaji rasa ke alam agar bisa ”mengayak” mana yang benar dan salah.
FOLLY AKBAR, Indramayu --- NUR Baiti tertawa begitu mendengar obrolan Jawa Pos itu. ”Malah enak, kalau nyuci tidak berat,” selorohnya.
Bersama istri seorang anggota Suku Dayak Bumi Segandu Indramayu itu, Jawa Pos tengah berbincang tentang berbagai laku tradisi dan hidup komunitas di mana dia berada. Di antaranya tentang cara berpakaian para lelaki setempat yang selalu bertelanjang dada.
”Saya bersyukur punya suami yang bertanggung jawab dan menyayangi anak-anak,” kata ibu dua anak dari pernikahannya dengan Kasan tersebut. Suku Dayak Bumi Segandu Indramayu yang anggotanya semua laki-laki itu dikenal sebagai komunitas yang sangat memuliakan perempuan dan anak-anak.
Bagi mereka, perempuan merupakan sumber kehidupan. ”Kami juga meyakini, anak merupakan pemberian dan titipan dari alam…

Ragam Upaya Laura Lesmana Wijaya Perjuangkan Kesetaraan Kalangan Tuli

Bersama sejumlah kawan sesama tuli, Laura Lesmana Wijaya telah melatih setidaknya 1.500 juru bahasa isyarat. Semua dilakukan demi menghapus stigma ”orang tuli biar di rumah saja”
FOLLY AKBAR, Jakarta --- BUAH kerja keras selama empat tahun itu mulai dipetik R.N. Jasmina. Dia kini bisa berinteraksi langsung dengan kawan, saudara, atau kenalan yang tuli.
”Senang sekali. Karena kebetulan saya ini suka kepo, hehehe,” kata mahasiswi Sastra Jawa Universitas Indonesia itu.
Penguasaan bahasa isyarat tersebut dipelajari Mine –sapaan akrab R.N. Jasmina– di Pusat Bahasa Isyarat Indonesia (Pusbisindo). Di matanya, iklim belajar di sana yang mengharuskan siswa terjun ke lapangan sangat membantu.
”Jadi berasa kurangnya apa, harus diperbaiki apanya, tahu juga situasi yang dihadapi,” imbuhnya.
Laura Lesmana Wijaya berada di balik penciptaan iklim tersebut. Perempuan 28 tahun itulah yang selama beberapa tahun terakhir menakhodai Pusbisindo.
Laura pula yang dalam tiga tahun terakhir bersama sejumlah kerabat ses…