Skip to main content

Posts

Showing posts from 2021

Ramirezi, Ikan yang Mudah Adaptasi dan Cocok untuk Tankmate

  Ikan ramirezi datang dari perairan tawar   di kawasan Amerika Latin. Meski berasal dari jauh, ikan bernama ilmiah Ram cichlid itu menjadi salah satu spesies yang digemari pencinta ikan hias di Indonesia karena mudah beradaptasi dengan lingkungan baru. --- RAMIREZI memiliki varian yang sangat beragam. Mulai super neon blue gold, german blue, electric blue ballon, gold ballon, gold face electric blue, dark knight, golden, longfin golden, power blue, gold angel veil, bolivian, electric blue, hingga slayer. Di Indonesia, ada lima jenis ramirezi yang paling diminati. Yakni, electric blue, german, slayer, bolivian, dan ballon. Penghobi dan CEO Darkwater Aquatic Bekasi Muhammad Zulkarnain Andrie termasuk yang gemar memelihara ramirezi. ’’Saat ini kami keep bolivian altispinosa dan ramirezi blue electric short body,’’ ujarnya. Sebagaimana namanya, ramirezi blue electric didominasi warna biru dengan kombinasi putih. Siripnya lebar dan bergerigi berpadu dengan ekor yang berbentuk kipas. Sement

Kiprah Amos Yeninar Menyelamatkan Generasi Muda Papua

Sempat merintis karier sosial dan politik untuk menjadi bupati, hidup Amos Yeninar berubah 180 derajat. Dia memilih jalan pengabdian lain dengan merawat anak-anak telantar dan pecandu di Papua. FOLLY AKBAR, Jawa Pos, Jakarta --- MIMPI Amos Yeninar untuk menjadi bupati sebetulnya sudah berada di jalur yang benar. Di usia 28 tahun, pada 2015 lalu, dia sudah punya bekal sosial yang memadai. Kariernya pada sebuah lembaga sosial yang terkenal di Kabupaten Supiori, Papua, membuat namanya dikenal. Mesin politiknya juga telah dipersiapkan. Pada tahun itu, dia sudah menjabat wakil sekretaris DPD Partai Golkar Kabupaten Supiori. Dalam bayangannya, dia maju dalam pemilihan umum DPRD 2019 sebelum mencalonkan bupati beberapa tahun mendatang. Dengan besarnya popularitas dan dukungan masyakakat, dia yakin bisa mendapat satu kursi di parlemen. Tapi, takdir hidup membawanya ke jalan lain. ”Tahun 2015–2016 saya sakit parah. Dokter bilang sakit saya mematikan,” ujarnya kepada Jawa Pos. Kabar

Ikan Mandarin, Si Mungil dengan Warna Memesona

Ikan Mandarin Foto Hanung/Jawa Pos Ikan mandarin termasuk spesies biota laut yang berukuran mini. Dengan pertumbuhan yang sangat terbatas, ikan yang biasa hidup di dasar lautan dangkal itu hanya bisa tumbuh sekitar 5 sentimeter. Namun, layaknya ikan hias lain, kekurangan itu ditopang dengan keunggulan lainnya, yakni corak dan warna tubuhnya yang supercantik. --- YA, ikan mandarin punya pesona warna yang luar biasa. Bahkan, menjadi salah satu yang terbaik di level ikan-ikan kecil. Kualitas warna pun menentukan harga ikan ini. ’’Coraknya benar-benar kaya oriental Tionghoa. Kalau warnanya cerah dan berenangnya bagus, (harganya, Red) akan lebih mahal,’’ ujar CEO Nemaz Aquatic Agus Putra. Ikan mandarin dengan kombinasi warna lebih dari tiga jenis biasanya lebih banyak diburu. Warna yang paling identik dengan ikan tersebut adalah oranye, hijau, hitam, dan putih. Biasanya, kekuatan warna itu akan semakin pekat saat ikan berusia dewasa di atas 1–2 tahun. Agus saat ini memiliki koleksi ikan man

Faiz Ghifari, Penggagas "Big Data" Layanan Pertolongan COVID via UrunDayaCovid.com

Memburuknya Situasi pandemi harus diperberat dengan carut marutnya penyediaan informasi yang valid. Faiz Ghifari membangun “big data” yang membantu warga mencari informasi jika terkena paparan covid-19. Folly Akbar, Jakarta Informasi di masa pandemi bak buih di lautan. Banyak, namun tidak semuanya utuh dan bisa dimanfaatkan. Padahal di sisi lain, ada banyak orang yang berada dalam kondisi kritis. Mereka butuh informasi tabung oksigen, tempat isolasi, donor plasma dan banyak tetek bengek lainnya yang valid dan segera. Situasi itu membuat Faiz Ghifari resah. Sebab, orang bahkan kesulitan mencari hal yang mendasar dalam situasi kritis. “Orang cari info oksigen ga ada info terpusat, cari info vaksin belum ada info terpusat dan sebagainya,” ujarnya kepada Jawa Pos, kemarin (8/7). Padahal, dalam situasi saat ini, informasi yang valid menjadi kebutuhan yang krusial. Keterlambatan orang mendapat informasi, bisa berdampak pada keterlambatan penanganan. Bahkan fatalnya, bisa berujung pada hilang

Caribsea... Liferock untuk Pondasi Terumbu Akuarium yang Simpel

Terumbu karang dengan pondasi Caribsea Foto : Hanung/Jawa Pos Dulu, memboyong keindahan bawah laut ke rumah menjadi hal yang sangat sulit dan ribet. Namun, seiring kemajuan teknologi, mewujudkan mimpi itu kini bisa lebih mudah. Bukan hanya ikan, melainkan juga terumbu karang yang cantik-cantik itu. --- TREN tersebut dirasakan betul oleh Agus Putra, pemilik Nemaz Aquatic. Dalam beberapa tahun belakangan, permintaan untuk segala kebutuhan akuarium laut terus meningkat. Memang, dibutuhkan dana yang lumayan besar untuk meladeni hobi ini. Namun, banyak juga orang yang siap menebusnya demi kepuasan batin. ”Investasinya lumayan mahal,” ujarnya. Salah satu tantangan dalam menghadirkan akuarium laut di rumah adalah metode penataan terumbu karang. Karena tidak bisa sembarangan, menatanya butuh skill dan pengetahuan. Secara garis besar, kata Agus, ada dua jenis terumbu yang harus disiapkan. Yakni, life rock (batuan hidup) dan koral. Life rock yang bertekstur lebih keras berfungsi sebagai fondasi.

Asa Maryam Soedjono, Cucu Pahlawan Nasional Haji Agus Salim Untuk Menerbitkan Buku

Di usia yang sudah menginjak 83 tahun, Maryam Soedjono ingin bisa menerbitkan kumcer yang ditulisnya sejak usia muda. Sebagai cucu dari anak tertua, dia kerap menyaksikan Haji Agus Salim menuangkan gagasan dalam tulisan. FOLLY AKBAR, Jakarta, Jawa Pos --- SUARA Maryam Soedjono pelan, lirih, dan terkadang sedikit terbata-bata. Tapi, begitu bicara soal karyanya, wanita berusia 83 tahun itu dengan segera tampak lebih antusias. Karya yang dimaksud adalah kumpulan cerita (kumcer) berjudul Cerita tentang Suaka dan Cerita-Cerita Ajaib Lainnya. Sebuah karya yang ditulis cucu pahlawan nasional Haji Agus Salim itu puluhan tahun lalu dan dijaganya hingga sekarang. ”Ini saya tulis sejak masih cukup muda,” ujarnya saat ditemui Jawa Pos di kediamannya di kawasan Cipete, Jakarta Selatan, Senin (21/6). Sepanjang ingatannya, kumcer itu ditulis secara berkesinambungan di usia sekitar 40 tahun. Kumcer yang awalnya ditulis tangan itu sudah dua kali mengalami ”evolusi”. Sempat ditulis dengan mesin tik, kin

Ikan Dori yang Pansos Lewat Finding Dory

Ikan Dori Foto Hanung/Jawa Pos FILM tak hanya mampu mengerek popularitas seorang aktor atau aktris. Ikan pun bisa. Itu pula yang terjadi pada ikan dori. Jenis surgeonfish atau ikan herbivor yang hidup di daerah terumbu karang itu naik daun gara-gara tampil di dua film yang begitu populer di zamannya. Finding Nemo (2003) dan semakin melejit saat sekuelnya Finding Dory meluncur pada 2016. --- YAP, popularitas ikan dori atau juga dikenal dengan Blue Tang itu melejit setelah dua film animasi tersebut tayang di seluruh dunia. Kesuksesan film produksi Pixar tersebut merebut hati penonton sekaligus ikut menaikkan derajat karakter-karakter ikan yang tampil di dalamnya. Selain clown fish alias ikan giru, si dori ikutan pansos (panjat sosial). Karakter Dory yang kocak karena pelupa, banyak bicara, peduli, dan canggung itu menarik perhatian banyak orang untuk sekadar mencari info tentang ikan apa sejatinya si Dory, sampai ingin memilikinya di rumah. Alhasil, harga ikan itu melonjak signifikan hin

Carenang Ringan Tangan, Komunitas Peduli Lansia Sebatang Kara

  Jauh dari anak atau keluarga, banyak kakek-nenek yang sudah sangat bahagia saat para relawan Carenang Ringan Tangan menemani mereka ngobrol. Nuraeni Shopiyah mendirikan komunitas itu dan memilih membantu para lansia karena baginya mereka kelompok paling rentan. FOLLY AKBAR, Serang, Jawa Pos --- TAK sekali dua kali dia mendapati respons mengharukan itu.   Berkali-kali, bahkan hampir tiap kali. Kakek-nenek yang menangis tiada henti saking senangnya ada yang masih peduli dengan mereka.   ”Akhirnya, kami jadi kebawa suasana,” kata Nuraeni Shopiyah. Mengharukan, sekaligus bagi Aeni, sapaan Nuraeni Shopiyah, mendatangkan kelegaan.   Sebab, itu berarti apa yang dia dan rekan-rekannya lakukan di Carenang Ringan Tangan (Carita) membawa arti. Juga mendatangkan kegembiraan. Aeni mendirikan Carita sekitar lima bulan lalu. Carenang adalah nama kecamatan di Kabupaten Serang, Banten, tempatnya berasal. Ringan tangan artinya suka menolong atau membantu. Carita berasal dari pergulatan batin atas kege

Menyiapkan Ikan Arwana untuk Kontes Ala Iseereds Jakarta

Bibit Ikan Arwana Iseereds Jakarta foto Fedrik/Jawa Pos Setiap kontestasi selalu menuntut lebih untuk menjadi yang terbaik. Pun sama halnya dengan arwana super-red. Mempersiapkan mereka agar siap ”diadu” membutuhkan atensi, waktu, dan modal jauh lebih besar daripada untuk sekadar pajangan. --- ADA serangkaian proses dan tahapan yang wajib dilalui dalam menyiapkan arwana kontes. Karena sifatnya wajib, satu proses saja yang tidak maksimal hampir dipastikan hasilnya tidak akan maksimal. Pendiri Iseereds Jakarta Michael Leonard memaparkan, proses melahirkan arwana super-red jempolan bahkan harus dimulai sejak pemilihan bibit. Biasanya, para pemburu mencari bibit dengan anatomi bagus dan seunik mungkin. Misalnya, kepala dengan kontur sendok yang sempurna. Kemudian sirip dayung yang panjang hingga ekor besar yang memunculkan aura gagah. ”Masalahnya, hunting ikan dengan anatomi bagus itu nggak gampang. Karena orang sudah rebutan,” ujarnya saat ditemui di kediamannya di Sunter, Jakarta Utara,

Di Sekolah Pagesangan, Kebun, Ladang, dan Dapur Adalah Ruang Kelas

  Sekolah Pagesangan mengembalikan apa yang hilang dari sekolah formal: kesinambungan antara pendidikan dan realitas sekitar. FOLLY AKBAR, Gunungkidul, Jawa Pos --- DUA belas tahun sudah Sekolah Pagesangan (SP) berjalan. Selama itu pula, kebun, ladang, dan semua lingkungan yang ada di desa tempat mereka berdiri menjadi ruang kelas. ”Pagesangan itu artinya hidup atau kehidupan. Sekolah ini memiliki misi mendekatkan anggota dengan realitas atau kehidupan nyata di desanya,” kata Diah Widuretno, sang penggagas, kepada Jawa Pos Kamis pekan lalu (11/2). Berdiri di Desa Girimulyo, Gunungkidul, Jogjakarta, pada 2009, SP berfokus pada pendidikan pertanian. Pilihan itu diambil karena dinilai paling relevan dan kontekstual dengan kondisi riil masyarakat di desa tersebut. Tak ada yang namanya seragam di sekolah itu. Di sekolah informal tersebut, para murid pun lebih banyak berpraktik di luar. Dari kebun sampai dapur. Teori hanya diberikan secukupnya. Desain pembelajaran dilakukan sec