Skip to main content

Posts

Showing posts from 2022

Doa dan Dukungan dari Keluarga serta Sahabat untuk Remy Sylado Melawan Sakit

Stroke, hernia, dan katarak boleh menghantamnya, tapi Remy Sylado tetap menyimpan novel di kepalanya dan berkolaborasi menyiapkan pementasan teater. FOLLY AKBAR, Jakarta --- RAUT mukanya tampak sedikit lusuh. Suaranya sudah tak sekuat dulu. Rambut, kumis, dan jenggot putihnya juga tidak ada lagi. Separo tubuh Remy Sylado, khususnya di bagian kiri, juga sudah tidak bisa digerakkan. Kini pria kelahiran 12 Juli 1945 tersebut hanya bisa berbaring sambil melawan penyakit yang terus menggerogoti. Namun, di tengah berbagai keterbatasan itu, jiwa seni dan bara kreatifnya tidak pernah padam. Dengan penuh penghayatan, seniman berdarah Minahasa itu masih menghafal berbagai karya. Misalnya, sebuah puisi yang dibacakannya dan penggalan videonya diputarkan secara virtual dalam acara Doa dan Penggalangan Dana untuk Remy Sylado di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Jumat (4/2). Kini, di usia 77 tahun, seniman serbabisa itu memang tengah bertarung mengalahkan penyakit. Selain stroke yang melanda sebagian t

Menyiapkan Guppy Saddleback White Mosaic untuk Kontes

Guppy termasuk jenis ikan mini. Ukurannya hanya 2–6 sentimeter. Meski demikian, berkat penampilannya yang molek, guppy jadi sering dikonteskan. Nah, bagaimana cara merawat guppy agar layak bersaing di ajang adu cantik itu? --- SALAH satu jenis yang biasa untuk dilombakan adalah saddleback white mosaic. Keunggulan jenis itu terletak pada bagian ekor yang memiliki corak atau pola garis tebal seperti mozaik. Selain itu, ia punya sirip punggung (dorsal) yang menyambung dengan ekor. Pemilik Mukmin Guppy di Jakarta Barat Ahmad Rifa’i menyatakan, menyiapkan ikan kontes memang tidak mudah. Bahkan, harus dimulai sejak pemilihan bibit. Sebab, tidak semua guppy saddleback white mosaic memiliki postur yang layak kontes. ’’Nggak gampang untuk mendapatkan corak yang benar-benar rapi. Bisa satu banding sepuluh,’’ ujarnya kepada Jawa Pos. Rapi yang dimaksud Rifa’i adalah terkait dengan proporsional tubuh. Untuk kelas mosaic juve misalnya, panjang tubuh ikan ideal harus dua kali panjang ekor. A

Leo dan Arian, Pelanjut Tradisi Judicial Review Para Mahasiswa UKI

Seperti para seniornya, Leonardo Siahaan dan Fransiscus Arian Sinaga tergerak karena kerap menemukan UU yang tak sejalan dengan konstitusi. Banyak yang mencibir dan nyinyir. Toh, gugatan mereka ternyata dikabulkan. FOLLY AKBAR, Jakarta --- CIBIRAN, nyinyiran, hingga ungkapan lain bernada melemahkan tak sekali–dua kali menerpa Leonardo Siahaan dan Fransiscus Arian Sinaga. Tepatnya saat dua mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Kristen Indonesia (UKI), Jakarta, itu mengutarakan niat mereka menggugat pasal 293 ayat 2 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) ke Mahkamah Konstitusi (MK). Nada negatif itu datang dari kerabat hingga sejumlah senior di kampus kala mereka mengutarakan niatan judicial review (JR) tersebut pada Mei tahun lalu. ”Dibilang buang-buang waktu, katanya nggak bakal dikabulkan. Eh, ternyata dikabulkan,” ujar Arian saat berbincang dengan Jawa Pos. Pasal 293 ayat 2 KUHP merupakan norma yang mengatur mekanisme pelaporan kasus pencabulan anak. Dalam pasal itu, penc